Rabu, 14 Desember 2022
Memanfaatkan Digital untuk Mengajar Introduction
Oleh:
ERNA SETYAWATI, S.S., M.Pd.
Guru SMA Negeri 11 Semarang
Adanya pendemi covid-19 membuat berbagai pihak menjadi sulit dalam melakukan berbagai aktivitas, terutama di bidang pendidikan. Cara Belajar mengajar pun berubah drastis, semula dilakukan secara tatap muka, kini pembelajaran dilakukan secara daring. Untuk itu diperlukan kesiapan dari berbagai pihak, baik dari sekolah, guru, siswa, dan orang tua, supaya pembelajaran daring berjalan secara efektif dan efisien. Guru harus mempunyai kecakapan teknologi digital untuk mengajarkan materi pelajaran kepada siswa. Melalui digital ini pula siswa dapat mengaktualisasikan dirinya. Proses pembelajaran daring pun harus dikemas dengan apik sehingga menyenangkan dan menarik.
Proses pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi siswa untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis siswa. (Standar Proses, PP No.19 tahun 2005, pasal 19 ayat 1).
Dalam hal ini guru mengajar materi Bahasa Inggris tingkat SMA kelas X MIPA 4, dan 5, semester 1 di SMAN 11 Semarang tahun pelajaran 2021/2022 tentang Introduction, semula guru mengalami kesulitan dalam mengajar, setelah melakukan literasi, akhirnya guru menggunakan media digital berupa You Tube, Zoom Meeting, Google Form, dan Instagram, sebagai alat mengajar secara daring. Sebelum mengajar guru membuat materi Introduction yang diupload di you tube, pada akun Waty Tya’s English Education Channel, siswa diminta untuk menonton video tersebut sebelum guru melakukan pembelajaran melalui zoom meeting.
Kemudian guru membuat jadwal zoom meeting yang disesuaikan dengan jadwal kelas yang akan diajar. Guru menjelaskan materi tentang Introduction dengan memberikan materi dan contoh memperkenalkan diri kepada orang lain (Introduce Myself to Someone Else) pada pertemuan pertama. Kemudian siswa diminta untuk memperkenalkan diri kepada orang lain secara virtual melalui zoom meeting. Setelah itu siswa diberikan feed back untuk melakukan perbaikan. Pertemuan kedua dan ketiga secara bergiliran siswa melanjutkan praktik melalui zoom meeting, sambil dikoreksi dan dibimbing oleh guru secara virtual. Siswa diminta memperkenalkan nama, alamat, hobi, cita-cita, dan keluarga yang dimiliknya. Dan ternyata dengan memberikan pengajaran melalui Zoom Meeting hasil belajar siswa meningkat.
Kemudian pertemuan berikutnya, guru memberikan ulangan melalui Google Form dalam bentuk uraian. Hasil dari ulangan tersebut membuahkan hasil yang maksimal. Dan penugasan yang terakhir supaya pengajaran materi Introduction benar-benar terserap oleh siswa adalah siswa diminta membuat video berisi perkenalan diri sendiri kepada orang lain. Dan hasilnya luar biasa mereka mengalami perubahan yang signifikan. Pronunciation, grammar, vocabulary, fluency, accuracy, dan performance siswa saat memperkenalkan dirinya kepada orang lain melalui Instagram menjadi lebih baik, fantastis, dan lancar. Video dapat dilihat di Instagram @pinkysadly.
Ananda Erlina dan Afza Hudaka siswa kelas X MIPA 5, dan 4 berkata, “Perasaan siswa belajar bersama guru melalui Zoom Meeting sangat menyenangkan, asyik, karena guru mengajar dengan vibes yang positif, jadi tidak gampang bosan, selain itu juga mudah dipahami dan sangat ramah serta melatih kemampuan siswa dalam berbahasa Inggris, dan melatih rasa percaya diri siswa. Guru selalu mengajarkan sampai detail, kalau ada yang salah guru juga memberitahu siswa untuk pembetulannya. Untuk ulangan menggunakan Google Form juga memudahkan siswa, karena siswa tidak perlu menulis tangan lagi, sehingga tidak memakan waktu yang cukup banyak, dan juga nyaman. Kemudian assignment dari materi Introduction yang diposting ke Instagram masing-masing, ini sangat melatih rasa percaya diri siswa, dan cukup memudahkan siswa.
Dengan demikian, pembelajaran daring dengan memanfaatkan digital guru menjadi lebih mudah mengajar siswa saat pendemi covid-19 ini. Siswa dititik beratkan melalui sebuah project, yaitu praktik secara langsung memperkenalkann dirinya sendiri kepada orang lain, dengan membuat video yang diupload ke Instagram.
CARA MENYELESAIKAN MASALAH DENGAN
SEGITIGA RESTITUSI
Sisi 1. Menstabilkan Identitas (Stabilize the Identity)
o Berbuat salah itu tidak apa-apa.
o Tidak ada manusia yang sempurna
o Saya juga pernah melakukan kesalahan seperti itu.
o Kita bisa menyelesaikan ini.
o Bapak/Ibu tidak tertarik mencari siapa yang salah, tapi Bapak/Ibu ingin mencari solusi dari permasalahan ini.
o Kamu berhak merasa begitu.
o Apakah kamu sedang menjadi teman yang baik buat dirimu sendiri?
Sisi 2. Validasi Tindakan yang Salah (Validate the Misbeh...
o Padahal kamu bisa melakukan yang lebih buruk dari ini ya?”
o “Kamu pasti punya alasan mengapa melakukan hal itu”
o “Kamu patut bangga pada dirimu sendiri karena kamu telah melindungi sesuatu yang penting buatmu”.
o “Kamu boleh mempertahankan sikap itu, tapi kamu harus menambahkan sikap yang baru.”
Sisi 3. Menanyakan Keyakinan (Seek the Belief)
o Apa yang kita percaya sebagai kelas atau keluarga?
o Apa nilai-nilai umum yang kita telah sepakati?
o Apa bayangan kita tentang kelas yang ideal?
Kamu mau jadi orang yang seperti apa? Penting untuk menanyakan ke anak, kehidupan seperti apa nantinya yang mereka inginkan?
Apakah kamu ingin menjadi orang yang sukses, bertanggung jawab, atau bisa dipercaya?
Langganan:
Postingan (Atom)
