Advanced Writing
Assignment: Writing References
Instruction:
1.
Read through APA Guidelines or Pedoman Penulisan Tesis dan Disertasi
PPs edisi 2011.
2.
Write list of references consisting
of the following items:
·
2 books with one author
·
2 books with two authors
·
2 books with more than three
authors
·
2 articles taken from edited books
·
2 articles from printed journals
·
2 articles from newspapers
·
2 legal government documents
·
2 translated books
·
2 theses/dissertations
·
2 seminar/conference papers or proceedings
·
2 sources from email/discussion
lists/newsgroups
·
2 sources from video recording
·
2 sources from CD ROM
·
2 articles from electronic journals/online journals
3.
Sort the references alphabetically.
Pedoman Penulisan
Tesis
Dan
Disertasi
Program Pascasarjana
Universitas Negeri Semarang
2003
2.3.1 Cara Menulis
Daftar Pustaka
Daftar Yang
Ditulis Harus Sesuai Dengan Pustaka Yang Dirujuk Dalam Teks Tesis, Atau Disertasi. Jadi, Yang Dirujuk
Dalam Teks Tesis, Atau Disertasi Harus
Ditulis Dalam Daftar Pustaka. Demikian Pula Yang Ada Dalam Daftar Pustaka Harus
Dirujuk Dalam Teks Tesis, Atau
Disertasi. Cara Merujuk Diuraikan Pada 3.2.
Daftar
Pustaka Ditulis Sesuai Dengan Kaidah Penulisan Daftar Pustaka. Perlu Diperhatikan
Pula Kemutakhirannya (Setidaknya Se-Puluh Tahun Terakhir) Dan Diusahakan Juga
Dari Hasil-Hasil Penelitian Atau Jurnal Ilmiah Yang Relevan Dengan Topik Tesis, Atau Di-Sertasi.
Daftar
Pustaka Ditulis Langsung Setelah Teks Berakhir Dengan Ganti Halaman Baru Dan
Diberi Judul Daftar Pustaka. Judul
Itu Dicetak Tebal Dengan Huruf Tegak, Kapital Semua, Berukuran 12, Ditulis
Mulai Dari Pias Kiri. Jarak Dengan Teks Diatasnya Empat Spasi. Bahan Pustaka
Yang Dibaca Dan Telah Menjadi Kekayaan (Ilmu) Secara Pribadi, Tetapi Tidak
Dikutip, Seyogyanya Tidak Dicantumkan Dalam Daftar Pustaka, Sedangkan Semua
Bahan Yang Dikutip Secara Langsung Atau Pun Tidak Langsung Dalam Teks Harus
Dicantumkan Dalam Daftar Pustaka.
Unsur Yang
Ditulis Dalam Daftar Pustaka Secara Berturut-Turut Meliputi: (1) Nama Pengarang
Ditulis Dengan Urutan: Nama Akhir, Nama Awal, Dan Nama Tengah, Tanpa Gelar
Akademik, (2) Tahun Penerbitan, (3) Judul, Termasuk Sub Judul, (4) Tempat
Penerbitan, Dan (5) Nama Penerbit. Unsur-Unsur Tersebut Dapat Bervariasi
Tergantung Jenis Sumber Pustakanya.
Nama
Pengarang Yang Terdiri Dari Dua Bagian Atau Lebih Ditulis Dengan Urutan: Nama
Akhir Diikuti Koma, Nama Awal (Disingkat Atau Tidak Disingkat) Beserta Nama
Tengahnya Kalau Ada Diakhiri Dengan Titik. Pengedepanan Nama Akhir Pengarang
Bersifat Menyeluruh (Pukul Rata), Tidak Dipertimbangkan Apakah Nama Akhir Itu
Nama Asli, Nama Tua (Orang Jawa Sering Menambah Nama Setelah Berkeluarga), Nama
Keluarga, Nama Suami, Atau Nama Marga. Hal Ini Dilakukan Untuk Keseragaman, Konsistensi,
Dan Mempermudah Penulisan Ka-Rena Sulit Membedakan Nama Akhir Pengarang Yang
Merupakan Nama Asli, Nama Tua, Nama Keluarga, Nama Suami, Atau Nama Marga.
Orang Indonesia Mempunyai Kebiasaan Pemberian Nama Yang Sangat Bervariasi,
Tidak Seperti Orang Barat Yang Telah Konsisten Dalam Pemberian Nama Belakang.
Penulisan Nama Pengarang Itu, Dimulai Dari Tepi Kiri, Sedangkan Baris
Selanjutnya Dimulai Pada Karakter Keenam Dengan Menggunakan Spasi Tunggal.
Untuk Memulai Penulisan Bahan Pustaka Selanjutnya Digunakan Jarak Spasi
Rangkap.
Bahan
Pustaka Berbentuk Buku Ditulis Dengan Urutan Nama
Pengarang, Tahun Terbit, Judul Buku Dengan Cetak Miring, Kota Ter-Bit, Dan
Penerbit. Untuk Memisahkan Bagian-Bagian Tersebut Digu-Nakan Tanda Titik (.),
Kecuali Antara Kota Dan Penerbit Digunakan Tanda Titik Dua (:).Contoh:
Dekker, N. 1992. Pancasila Sebagai Ideologi Bangsa: Dari
Pilihan Satu-Satunya Ke Satu-Satunya Asas. Malang: Fpips Ikip Malang.
Strunk, W., Jr. And E.B. White. 1979. The
Elements Of Style (3rd Ed.). New York: Mac. Millan.
Jika Ada Beberapa Buku Yang Dijadikan Sumber Ditulis
Oleh Orang Yang Sama Dan Diterbitkan Dalam Tahun Yang Sama Pula, Angka
Tahun Penerbitan Diikuti Oleh Lambang A, B, C, Dan Seterusnya Yang Urutannya
Ditentukan Berdasarkan Abjad Judul Buku-Bukunya. Untuk Keperluan Praktis
Penulisan Dan Pembacaan, Nama Pengarang Yang Sama Tidak Perlu Ditulis Ulang,
Tetapi Diganti Dengan Garis Putus Sepanjang Lima Karakter Tanpa Titik. Kalau Tahun Terbitnya Berbeda-Beda, Bahan
Pustaka Itu Diurutkan Secara Kronologis. Contoh:
Effendi, O. 1957a. Tanja Djawab Tentang Kalimat-Kalimat Indonesia. Djakarta: Pustaka Rakyat.
Effendi, O. 1957b. Tanja Djawab Tentang Kata-Kata Indonesia.
Djakarta: Pustaka Rakyat.
Effendi, O. 1958. Peladjaran Bahasa Indonesia Dari Hal Kata
Djadian. Djakarta: Pustaka Rakyat.
Cara Menulis Bahan Pustaka Yang Berupa Buku Berisi Kumpulan Artikel Yang Ada
Editornya Sama Dengan Cara Menulis Bahan Pustaka Yang
Berupa Buku, Hanya Saja Ditambah Dengan (Ed.) Di Antara Nama Pengarang Dan
Tahun Penerbitan. Contoh:
Dardjowidjojo, S. (Ed.) 1988. Pellba I: Pertemuan Linguastik Lembaga
Bahasa Atma Jaya: Pertama. Jakarta: Lembaga Bahasa Unika Atma Jaya.
Cara Menulis Bahan Pustaka Yang Berupa
Artikel Pada Kumpulan Artikel (Ada Editornya) Adalah Sebagai Berikut. Nama Pengarang Artikel Ditulis Di Depan
Diikuti Dengan Tahun Penerbitan Kumpulan Artikel. Judul Artikel Ditulis Tanpa
Cetak Miring. Nama Editor Ditulis Seperti Menulis Nama Pengarang Buku, Diberi
Keterangan (Ed.). Judul Buku Kumpulannya Dicetak Diikuti Nomor Halamannya. Contoh:
Hartley, J.T., J.O. Harker, Dan D.A. Walsh. 1980.
Contemporary Issues And New Directions In Adult Development Of Learning And
Memory. In L.W. Poon,. (Ed.). Aging In
The 1980s: Psycological Issues. Pp. 239-252. Washington, D.C.: American
Psychological Association.
Hasan, M.Z. 1990. Karakteristik Penelitian Kualitatif. Dalam
Aminuddin (Ed.), Pengembangan Penelitian Kualitatif Da-Lam Bidang Bahasa Dan Sastra.
Hlm. 12-25. Malang: Hiski Komisariat Malang Dan Ya3.
Cara Menulis Bahan Pustaka Yang Berupa Artikel Dalam Jurnal Pada Dasarnya Sama Dengan Cara Menulis Bahan Pustaka Yang Berupa
Artikel Dalam Buku Kumpulan Artikel, Hanya Saja Di Bagian Akhir Berturut-Turut
Ditulis Tahun Dan Nomor Jurnal, Lalu Nomor Halaman Dari Artikel Tersebut. Pembatas Nomor Jurnal Dan No-Mor Halaman
Adalah Titik Dua (:).Contoh:
Hanafi, A. 1989. Partisipasi Dalam Siaran
Pedesaan Dan Peng-Adopsian Inovasi. Forum
Penelitian I. 1:3-47.
Cara Menulis Bahan Pustaka Yang Berupa Artikel
Dalam Koran Pada
Dasarnya Sama Dengan Cara Menulis Bahan Pustaka Yang Berupa Artikel Dalam
Jurnal. Akan Tetapi, Jika Artikel Itu Tanpa Nama Pengarang, Yang Pertama
Ditulis Adalah Nama Korannya Sebagai Pengganti Nama Pengarang, Hanya Saja Di
Belakang Angka Tahun Dan Nomor Koran Ditambahkan Tanggal Dan Bulan Terbitan,
Dilanjutkan Dengan Nomor Halaman Yang Didahului Singkatan Hlm. Contoh:
Jawa Pos. 1995. Wanita Kelas Bawah Lebih Mandiri. Iv. 02. 22 Juni. Hlm. 3.
Cara Menulis Bahan Pustaka Yang Berupa Dokumen
Resmi Pemerintah Yang Diterbitkan Oleh Suatu Penerbit Tanpa Pengarang Dan Tanpa Lembaga
Adalah Sebagai Berikut. Judul Atau Nama Doku-Men Ditulis Di Bagian Awal Dengan
Huruf Miring, Diikuti Tahun Pe-Nerbitan, Kota Penerbit, Dan Nama Penerbit.Contoh:
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 1989
Tentang Sistem Pendidikan Nasional. 1990. Jakarta: Diperbanyak Oleh Pt Armas Duta Jaya.
Cara Menulis Bahan Pustaka Yang Ditulis Atas
Nama Lembaga Sebagai
Berikut. Nama Lembaga Penanggung Jawab Langsung Ditulis Paling Depan, Diikuti
Dengan Tahun, Judul Karangan, Nama Tempat Penerbitan, Dan Nama Lembaga
Tertinggi Yang Bertanggung Jawab Atas Penerbitan Karangan Tersebut. Contoh:
Pusat Pembinaan Dan Pengembangan Bahasa.
1978. Pedoman Penulisan Laporan Penelitian.
Jakarta: Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan.
Cara
Menulis Bahan Pusataka Yang Berupa Buku
Terje-Mahan Pada Dasarnya Sama Dengan Penulisan Buku Asli, Hanya Saja
Ditambahkan Nama Penerjemah Didahului Kata Terjemahan …(Titik-Titik Diisi Nama
Penerjemah). Nama Pengarang Asli Ditulis Paling De-Pan, Diikuti Tahun
Penerbitan Karya Terjemahan, Judul Terjemahan, Nama Penerjemah, Nama Tempat
Penerbitan Dan Nama Penerbit Ter-Jemahan. Contoh:
Ary, D. L.C. Jacobs Dan A. Razavieh. 1982. Pengantar Penelitian Pendidikan.
Terjemahan Arief Furchan. Surabaya: Usaha Nasional.
Robins, R.H. 1995. Sejarah Singkat Linguistik: Edisi Ketiga. Terjemahan Asril
Marjohan. Bandung: Itb Bandung.
Cara Menulis Bahan Pustaka Yang Berupa Tesis, Disertasi, Atau Laporan
Penelitian Pada Prinsipnya Sama, Hanya Perlu
Ditambah Pernyataan Tesis, Disertasi,
Atau Laporan Penelitian, Diikuti Nama Universitas Atau Lembaga Penyelenggara
Penelitian. Nama Kota Dibubuhkan Kalau Nama Universitas Itu Tidak Menggunakan
Nama Kota, Misalnya Universitas Indonesia, Jakarta.
Contoh:
Pangaribuan, T. 1992. Perkembangan
Kompetensi Kewacanaan Pembelajaran Bahasa Inggeris Di Lptk. Disertasi.
Malang: Program Pasca Sarjana Ikip.
Cara Menulis Bahan Pustaka Yang Berupa Makalah Yang Disajikan Dalam Seminar, Penataran, Atau Lokakarya Sama
Dengan Lainnya, Hanya Saja Perlu Ditambah Dengan Pernyataan Makalah Disajikan
Dalam …, Diikuti Nama Pertemuan, Lembaga Penye-Lenggara Dan Tempat
Penyelenggaraan. Contoh:
Huda, N. 1991. Penulisan
Laporan Penelitian Untuk Jurnal. Makalah Disajikan Dalam Lokakarya
Penelitian Tingkat Dasar Bagi Dosen Ptn Dan Pts Di Malang Angkatan Xiv, Pusat
Penelitian Ikip Malang, 12 Juli.
Karim, Z. 1987. Tatakota Di Negara-Negara Berkembang. Makalah Disajikan Dalam
Seminar Tatakota, Bappeda Jawa Timur, Surabaya, 1-2 September.
Rujukan Bisa Diperoleh Dari Internet. Pada Dasarnya Penulisan Rujukan Dari Internet Sama Dengan
Penulisan Bahan Pustaka. Perbedaannya Terletak Pada Bagian Setelah Judul. Pada
Rujukan Dari Internet, Setelah Judul Dituliskan Sumber Dan Tanggal Kapan Rujukan
Itu Diakses Atau Dipesan. Jadi, Urutannya Ialah
Nama Belakang, Na-Ma Depan, Tahun
Terbit Bahan Rujukan (Dengan Disrtai Tabggal Kalau Ada), Judul (Dicetak
Miring), Lalu Protokol Dan Alamatnya,
Path, Dan Tanggal Diakses Atau
Dipesan Yang Ditaruh Di Dalam Tanda Kurung.
Bahan Dari Internet Ada Yang Berasal Dari Dokumen, Dari Email, Discussion Lists, Dan Newsgroup; Dari Protocol Gopher, File Transfer Protokols (Ftp), Telnet Protokols,
Atau Dari Sumber Online Dan Database Online.
Contoh Yang
Dari Dokumen
Burka, L.P. 1993a.
A Hypertext
History Of Multi-User Dimensions.
Mud
History.Http://Www.Utopia.Com/Talent/1pb/Muddex/Ess-
Ay. (2
Ag.1996).
-------1993b.
A Hypertext History Of Multi-User
Dungeons. Mud-
Dex.
Http://Www.Utopia.Com/Talent/1pb/Muddex/Essay
(13 Jan. 1997).
Pada Bahan Rujukan Yang Diperoleh
Melalui Email, Discussion Lists, Dan Newsgroup Yang Dianggap Judul Adalah
Ihwal (Re:..). Contoh:
Crump,
E. Re: Preserving Writing. Alliance For Computers And Writing. Listserv. Acw.1@Unicorn.Acc.Ttu.Edu (31 Mar.1995)
Heilke,
J. 1996. May 3. Re: Webfolios.
Acw-1@Ttacs.Ttu.Edu
Available:Http//Www.Ttu.Edu/Lists/Acw-1/9605 (31 Dec.1996).
Cara Penulisan Fail Yang Terdapat Di
Dalam Kumpulan Fail Seorang Editor Sama Dengan Penulisan Naskah Yang Terdapat
Di Dalam Kumpulan Karangan Seorang Editor. Contoh:
Cleero.
1896. Pro Archia. In J.B. Greenbough (Ed.)
Select Orations
Of Cleero. Boston:
Ginn. Project Libellus (Vers.0.01). (1994).
Gopher://Gopher.Etext.Org,
Libellus/Texts/Cicero/Arch(11 Aug.
1996).
Kalau
Nama Pengarang Tidak Ada, Langsung Dituliskan Judul Informasinya.
Contoh:
Little
Machines: Rearticulating. Hypertxt
Users.Ftp.//Ftp.Daedalus.
Com/Pub/Cccc95/Johnsoneilola (14 Aug. 1996).
Help. Internet Publle Library.
Telnet://Ipl.Org:8888/,Help (1 Dec.
1996).
Fine
Arts. 1993. In E.D. Hirsch, Jr., J.F.Kett & J. Trefil (Eds).
Dictionary
Of Cultural Literary. Boston: Houghton Mifflin.
Inso Corp. America Online. Reference
Desk/Dictionaries/
Dictionary Of Cultural Literary (20
May 1996).
Selain Dari Internet, Bahan Rujukan Bisa Diambil Dari Rekaman Video, Rekaman Kaset, Cd-Rom, Atau
Artikel Jurnal Elektronik. Caranya Menulisnya Sama Dengan Cara Menulis
Daftar Pustaka Tulis. Bedanya, Pada Rekaman Video, Nama Yang Dicantumkan Adalah
Nama Produser Dan Director, Sedangkan Nama Pengarangnya Ditaruh Di Depan Judul.
Pada Rekaman Kaset Yang Dicantumkan Adalah Nama Pembicaranya, Sedangkan Pada
Cd-Rom Dan Artikel Jurnal Elektronik, Yang Dicantumkan Adalah Nama Penulisnya.
Di Belakang Judul Dicantumkan Keterangan Rekaman
Video, Kaset, Atau Cd-Rom. Yang Ditaruh Di Dalam Tanda Kurung. Contoh:
Rekaman Video
Porro,
L. (Producer) & S. Kotton (Director).1994. Isabel Allende: Thewoman’s Voice In Latin-American
Literature.
(Videorecording). San
Fransisco:Kqed.
Rekaman Kaset
Costa
Jr., P.T. (Pembicara). 1998. Personality,
Continuity, And
Changes Of Adult Life. Rekaman Kaset No. 207-433-88a-B).
Washington,
Dc: American Psychological Association.
Cd-Rom
Preiss,
Byron, And J. Hixon. 1994. The
Ultimate Frangk Lloyd
Wright: American Architect.(Cd-Rom).
New York: Byron
Press Multimedia.
Artikel
Jurnal Elektronik
Funder, D.C. 1994
March. Judgemental Process And Content.
Commentary On Koehler On Base-Rate (9
Pagraf).
Psycholoquy. (Online
Serial) 5(17). Diperoleh Dari Ftp:
Hostname:Princeton.Edu.Directory:
Pub/Harnad/ Psycholoquy/
1994.Volume.5 File: Psycholoquy,
94.5.17.Base-Rate,12.Funder
(20 Juni 2000).
Bahan Rujukan Dari Internet, Rekaman
Video, Kaset, Cd-Rom, Dan Jurnal Elektronik Itu Disusun Terpadu Dengan Daftar
Rujukan Yang Berupa Bahan Pustaka (Tulis). Keseluruhan Bahan Pustaka Tulis Dan
Merujukan Yang Nontulis Itu Disusun Dalam Sebuah Daftar Pustaka Itu Diurutkan Menurut
Abjad, Dengan Tidak Diberi Nomor Urut. Pengurutan Abjad Didasarkan Kepada Huruf
Pertama Nama Yang Ditulis Dalam Satuan Bahan Pustaka. Misalnya Huda Dan Karim Urutannya Lebih Dulu Huda
Karena Dalam Urutan Abjad Huruf H
Lebih Dulu Daripada K.
Jika Sederet Nama Berawal Dengan Huruf Yang
Sama, Pengurutannya Didasarkan Kepada Huruf Kedua Pada Nama Itu. Jika Huruf
Pertama Dan Kedua Itu Pun Sama, Pengurutannya Didasarkan Kepada Huruf
Ketiga; Begitu Seterusnya Seperti Urutan
Kata Dalam Kamus.
