Senin, 22 Oktober 2012

Tugas Referensi


Advanced Writing
Assignment: Writing References


Instruction:

1.      Read through APA Guidelines or Pedoman Penulisan Tesis dan Disertasi PPs edisi 2011.

2.      Write list of references consisting of the following items:
·         2 books with one author
·         2 books with two authors
·         2 books with more than three authors
·         2 articles taken from edited books
·         2 articles from printed journals
·         2 articles from newspapers
·         2 legal government documents
·         2 translated books
·         2 theses/dissertations
·         2 seminar/conference papers or proceedings
·         2 sources from email/discussion lists/newsgroups
·         2 sources from video recording
·         2 sources from CD ROM
·         2 articles from electronic journals/online journals

3.      Sort the references alphabetically.




Pedoman Penulisan
Tesis
Dan
Disertasi



Program Pascasarjana
Universitas Negeri Semarang
2003


2.3.1    Cara Menulis Daftar Pustaka
Daftar Yang Ditulis Harus Sesuai Dengan Pustaka Yang Dirujuk Dalam Teks  Tesis, Atau Disertasi. Jadi, Yang Dirujuk Dalam Teks  Tesis, Atau Disertasi Harus Ditulis Dalam Daftar Pustaka. Demikian Pula Yang Ada Dalam Daftar Pustaka Harus Dirujuk Dalam Teks  Tesis, Atau Disertasi. Cara Merujuk Diuraikan Pada 3.2.
Daftar Pustaka Ditulis Sesuai Dengan Kaidah Penulisan Daftar Pustaka. Perlu Diperhatikan Pula Kemutakhirannya (Setidaknya Se-Puluh Tahun Terakhir) Dan Diusahakan Juga Dari Hasil-Hasil Penelitian Atau Jurnal Ilmiah Yang Relevan Dengan Topik  Tesis, Atau Di-Sertasi.
Daftar Pustaka Ditulis Langsung Setelah Teks Berakhir Dengan Ganti Halaman Baru Dan Diberi Judul Daftar Pustaka. Judul Itu Dicetak Tebal Dengan Huruf Tegak, Kapital Semua, Berukuran 12, Ditulis Mulai Dari Pias Kiri. Jarak Dengan Teks Diatasnya Empat Spasi. Bahan Pustaka Yang Dibaca Dan Telah Menjadi Kekayaan (Ilmu) Secara Pribadi, Tetapi Tidak Dikutip, Seyogyanya Tidak Dicantumkan Dalam Daftar Pustaka, Sedangkan Semua Bahan Yang Dikutip Secara Langsung Atau Pun Tidak Langsung Dalam Teks Harus Dicantumkan Dalam Daftar Pustaka.
Unsur Yang Ditulis Dalam Daftar Pustaka Secara Berturut-Turut Meliputi: (1) Nama Pengarang Ditulis Dengan Urutan: Nama Akhir, Nama Awal, Dan Nama Tengah, Tanpa Gelar Akademik, (2) Tahun Penerbitan, (3) Judul, Termasuk Sub Judul, (4) Tempat Penerbitan, Dan (5) Nama Penerbit. Unsur-Unsur Tersebut Dapat Bervariasi Tergantung Jenis Sumber Pustakanya.
Nama Pengarang Yang Terdiri Dari Dua Bagian Atau Lebih Ditulis Dengan Urutan: Nama Akhir Diikuti Koma, Nama Awal (Disingkat Atau Tidak Disingkat) Beserta Nama Tengahnya Kalau Ada Diakhiri Dengan Titik. Pengedepanan Nama Akhir Pengarang Bersifat Menyeluruh (Pukul Rata), Tidak Dipertimbangkan Apakah Nama Akhir Itu Nama Asli, Nama Tua (Orang Jawa Sering Menambah Nama Setelah Berkeluarga), Nama Keluarga, Nama Suami, Atau Nama Marga. Hal Ini Dilakukan Untuk Keseragaman, Konsistensi, Dan Mempermudah Penulisan Ka-Rena Sulit Membedakan Nama Akhir Pengarang Yang Merupakan Nama Asli, Nama Tua, Nama Keluarga, Nama Suami, Atau Nama Marga. Orang Indonesia Mempunyai Kebiasaan Pemberian Nama Yang Sangat Bervariasi, Tidak Seperti Orang Barat Yang Telah Konsisten Dalam Pemberian Nama Belakang. Penulisan Nama Pengarang Itu, Dimulai Dari Tepi Kiri, Sedangkan Baris Selanjutnya Dimulai Pada Karakter Keenam Dengan Menggunakan Spasi Tunggal. Untuk Memulai Penulisan Bahan Pustaka Selanjutnya Digunakan Jarak Spasi Rangkap.
Bahan Pustaka Berbentuk Buku Ditulis Dengan Urutan Nama Pengarang, Tahun Terbit, Judul Buku Dengan Cetak Miring, Kota Ter-Bit, Dan Penerbit. Untuk Memisahkan Bagian-Bagian Tersebut Digu-Nakan Tanda Titik (.), Kecuali Antara Kota Dan Penerbit Digunakan Tanda Titik Dua (:).Contoh:

Dekker, N.  1992. Pancasila Sebagai Ideologi Bangsa: Dari Pilihan Satu-Satunya Ke Satu-Satunya Asas. Malang: Fpips Ikip Malang.
Strunk, W., Jr. And E.B. White. 1979.  The Elements Of Style (3rd Ed.). New York: Mac. Millan.
Jika Ada Beberapa Buku Yang Dijadikan Sumber Ditulis Oleh Orang Yang Sama Dan Diterbitkan Dalam Tahun Yang Sama Pula, Angka Tahun Penerbitan Diikuti Oleh Lambang A, B, C, Dan Seterusnya Yang Urutannya Ditentukan Berdasarkan Abjad Judul Buku-Bukunya. Untuk Keperluan Praktis Penulisan Dan Pembacaan, Nama Pengarang Yang Sama Tidak Perlu Ditulis Ulang, Tetapi Diganti Dengan Garis Putus Sepanjang Lima Karakter Tanpa Titik. Kalau Tahun Terbitnya Berbeda-Beda, Bahan Pustaka Itu Diurutkan Secara Kronologis. Contoh:

Effendi, O. 1957a. Tanja Djawab Tentang Kalimat-Kalimat Indonesia. Djakarta: Pustaka Rakyat.
Effendi, O. 1957b. Tanja Djawab Tentang Kata-Kata Indonesia. Djakarta: Pustaka Rakyat.
Effendi, O. 1958. Peladjaran Bahasa Indonesia Dari Hal Kata Djadian. Djakarta: Pustaka Rakyat.
Cara Menulis Bahan Pustaka Yang Berupa  Buku Berisi Kumpulan Artikel Yang Ada Editornya Sama Dengan Cara Menulis Bahan Pustaka Yang Berupa Buku, Hanya Saja Ditambah Dengan (Ed.) Di Antara Nama Pengarang Dan Tahun Penerbitan. Contoh:

Dardjowidjojo, S. (Ed.) 1988. Pellba I: Pertemuan Linguastik Lembaga Bahasa Atma Jaya: Pertama. Jakarta: Lembaga Bahasa Unika Atma Jaya.

Cara Menulis Bahan Pustaka Yang Berupa Artikel Pada Kumpulan Artikel (Ada Editornya) Adalah Sebagai Berikut. Nama Pengarang Artikel Ditulis Di Depan Diikuti Dengan Tahun Penerbitan Kumpulan Artikel. Judul Artikel Ditulis Tanpa Cetak Miring. Nama Editor Ditulis Seperti Menulis Nama Pengarang Buku, Diberi Keterangan (Ed.). Judul Buku Kumpulannya Dicetak Diikuti Nomor Halamannya. Contoh:
Hartley, J.T., J.O. Harker, Dan D.A. Walsh. 1980. Contemporary Issues And New Directions In Adult Development Of Learning And Memory. In L.W. Poon,. (Ed.). Aging In The 1980s: Psycological Issues. Pp. 239-252. Washington, D.C.: American Psychological Association.

Hasan, M.Z. 1990. Karakteristik Penelitian Kualitatif. Dalam Aminuddin (Ed.),  Pengembangan Penelitian Kualitatif Da-Lam Bidang Bahasa Dan Sastra. Hlm. 12-25. Malang: Hiski Komisariat Malang Dan Ya3.

Cara Menulis Bahan Pustaka Yang Berupa Artikel Dalam Jurnal Pada Dasarnya Sama Dengan Cara Menulis Bahan Pustaka Yang Berupa Artikel Dalam Buku Kumpulan Artikel, Hanya Saja Di Bagian Akhir Berturut-Turut Ditulis Tahun Dan Nomor Jurnal, Lalu Nomor Halaman Dari Artikel Tersebut. Pembatas Nomor Jurnal Dan No-Mor Halaman Adalah Titik Dua (:).Contoh:

Hanafi, A. 1989. Partisipasi Dalam Siaran Pedesaan Dan Peng-Adopsian Inovasi. Forum Penelitian I. 1:3-47.

Cara Menulis Bahan Pustaka Yang Berupa Artikel Dalam Koran Pada Dasarnya Sama Dengan Cara Menulis Bahan Pustaka Yang Berupa Artikel Dalam Jurnal. Akan Tetapi, Jika Artikel Itu Tanpa Nama Pengarang, Yang Pertama Ditulis Adalah Nama Korannya Sebagai Pengganti Nama Pengarang, Hanya Saja Di Belakang Angka Tahun Dan Nomor Koran Ditambahkan Tanggal Dan Bulan Terbitan, Dilanjutkan Dengan Nomor Halaman Yang Didahului Singkatan Hlm. Contoh:
Jawa Pos. 1995. Wanita Kelas Bawah Lebih Mandiri. Iv. 02. 22 Juni. Hlm. 3.

Cara Menulis Bahan Pustaka Yang Berupa Dokumen Resmi Pemerintah Yang Diterbitkan Oleh Suatu Penerbit Tanpa Pengarang Dan Tanpa Lembaga Adalah Sebagai Berikut. Judul Atau Nama Doku-Men Ditulis Di Bagian Awal Dengan Huruf Miring, Diikuti Tahun Pe-Nerbitan, Kota Penerbit, Dan Nama Penerbit.Contoh:
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 1989 Tentang Sistem Pendidikan Nasional. 1990. Jakarta: Diperbanyak Oleh Pt Armas Duta Jaya.

Cara Menulis Bahan Pustaka Yang Ditulis Atas Nama Lembaga Sebagai Berikut. Nama Lembaga Penanggung Jawab Langsung Ditulis Paling Depan, Diikuti Dengan Tahun, Judul Karangan, Nama Tempat Penerbitan, Dan Nama Lembaga Tertinggi Yang Bertanggung Jawab Atas Penerbitan Karangan Tersebut. Contoh:
Pusat Pembinaan Dan Pengembangan Bahasa. 1978. Pedoman Penulisan Laporan Penelitian. Jakarta: Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan.
        
         Cara Menulis Bahan Pusataka Yang Berupa  Buku Terje-Mahan Pada Dasarnya Sama Dengan Penulisan Buku Asli, Hanya Saja Ditambahkan Nama Penerjemah Didahului Kata Terjemahan …(Titik-Titik Diisi Nama Penerjemah). Nama Pengarang Asli Ditulis Paling De-Pan, Diikuti Tahun Penerbitan Karya Terjemahan, Judul Terjemahan, Nama Penerjemah, Nama Tempat Penerbitan Dan Nama Penerbit Ter-Jemahan. Contoh:
Ary, D. L.C. Jacobs Dan A. Razavieh. 1982. Pengantar Penelitian Pendidikan. Terjemahan Arief Furchan. Surabaya: Usaha Nasional.

Robins, R.H. 1995. Sejarah Singkat Linguistik: Edisi Ketiga. Terjemahan Asril Marjohan. Bandung: Itb Bandung.

Cara Menulis Bahan Pustaka Yang Berupa Tesis, Disertasi, Atau Laporan Penelitian Pada Prinsipnya Sama, Hanya Perlu Ditambah Pernyataan  Tesis, Disertasi, Atau Laporan Penelitian, Diikuti Nama Universitas Atau Lembaga Penyelenggara Penelitian. Nama Kota Dibubuhkan Kalau Nama Universitas Itu Tidak Menggunakan Nama Kota, Misalnya Universitas Indonesia, Jakarta.
Contoh:
Pangaribuan, T. 1992. Perkembangan Kompetensi Kewacanaan Pembelajaran Bahasa Inggeris Di Lptk. Disertasi. Malang: Program Pasca Sarjana Ikip.

Cara Menulis Bahan Pustaka Yang Berupa Makalah Yang Disajikan Dalam Seminar, Penataran, Atau Lokakarya Sama Dengan Lainnya, Hanya Saja Perlu Ditambah Dengan Pernyataan Makalah Disajikan Dalam …, Diikuti Nama Pertemuan, Lembaga Penye-Lenggara Dan Tempat Penyelenggaraan. Contoh:
Huda, N. 1991. Penulisan Laporan Penelitian Untuk Jurnal. Makalah Disajikan Dalam Lokakarya Penelitian Tingkat Dasar Bagi Dosen Ptn Dan Pts Di Malang Angkatan Xiv, Pusat Penelitian Ikip Malang, 12 Juli.
Karim, Z. 1987. Tatakota Di Negara-Negara Berkembang. Makalah Disajikan Dalam Seminar Tatakota, Bappeda Jawa Timur, Surabaya, 1-2 September.

         Rujukan Bisa Diperoleh Dari Internet. Pada Dasarnya  Penulisan Rujukan Dari Internet Sama Dengan Penulisan Bahan Pustaka. Perbedaannya Terletak Pada Bagian Setelah Judul. Pada Rujukan Dari Internet, Setelah Judul Dituliskan Sumber Dan Tanggal Kapan Rujukan Itu Diakses Atau Dipesan. Jadi, Urutannya Ialah  Nama Belakang, Na-Ma Depan, Tahun  Terbit Bahan Rujukan (Dengan Disrtai Tabggal Kalau Ada), Judul (Dicetak Miring), Lalu Protokol Dan Alamatnya,  Path, Dan Tanggal  Diakses Atau Dipesan Yang Ditaruh Di Dalam Tanda Kurung.  Bahan Dari Internet Ada Yang Berasal Dari Dokumen, Dari Email, Discussion Lists, Dan Newsgroup; Dari Protocol Gopher, File Transfer Protokols (Ftp), Telnet Protokols, Atau Dari Sumber Online Dan Database Online. 
Contoh Yang Dari Dokumen
Burka, L.P. 1993a.  A Hypertext History Of Multi-User Dimensions.
          Mud History.Http://Www.Utopia.Com/Talent/1pb/Muddex/Ess-
          Ay. (2 Ag.1996).
-------1993b. A Hypertext History Of Multi-User Dungeons. Mud-
          Dex. Http://Www.Utopia.Com/Talent/1pb/Muddex/Essay
          (13 Jan. 1997).
           
         Pada Bahan Rujukan Yang Diperoleh Melalui Email, Discussion Lists, Dan Newsgroup Yang Dianggap Judul Adalah Ihwal (Re:..). Contoh:                
Crump, E. Re: Preserving Writing.  Alliance For Computers And Writing. Listserv. Acw.1@Unicorn.Acc.Ttu.Edu (31 Mar.1995)
Heilke, J. 1996. May 3. Re: Webfolios. Acw-1@Ttacs.Ttu.Edu
         Available:Http//Www.Ttu.Edu/Lists/Acw-1/9605 (31 Dec.1996). 
         Cara Penulisan Fail Yang Terdapat Di Dalam Kumpulan Fail Seorang Editor Sama Dengan Penulisan Naskah Yang Terdapat Di Dalam Kumpulan Karangan Seorang Editor. Contoh:
Cleero. 1896. Pro Archia. In J.B. Greenbough (Ed.) Select Orations
         Of Cleero. Boston: Ginn. Project Libellus (Vers.0.01). (1994).                              
         Gopher://Gopher.Etext.Org, Libellus/Texts/Cicero/Arch(11 Aug.
          1996). 
          Kalau  Nama Pengarang Tidak Ada, Langsung Dituliskan Judul Informasinya. Contoh:
Little Machines: Rearticulating. Hypertxt Users.Ftp.//Ftp.Daedalus. 
          Com/Pub/Cccc95/Johnsoneilola  (14 Aug. 1996).

Help. Internet Publle Library. Telnet://Ipl.Org:8888/,Help (1  Dec.
          1996).
Fine Arts. 1993. In E.D. Hirsch, Jr., J.F.Kett & J. Trefil (Eds).
        Dictionary Of Cultural Literary. Boston: Houghton Mifflin.
         Inso Corp. America Online. Reference Desk/Dictionaries/
         Dictionary Of Cultural Literary (20 May 1996).
         Selain Dari Internet, Bahan Rujukan Bisa Diambil Dari Rekaman Video, Rekaman Kaset, Cd-Rom, Atau Artikel Jurnal Elektronik. Caranya Menulisnya Sama Dengan Cara Menulis Daftar Pustaka Tulis. Bedanya, Pada Rekaman Video, Nama Yang Dicantumkan Adalah Nama Produser Dan Director, Sedangkan Nama Pengarangnya Ditaruh Di Depan Judul. Pada Rekaman Kaset Yang Dicantumkan Adalah Nama Pembicaranya, Sedangkan Pada Cd-Rom Dan Artikel Jurnal Elektronik, Yang Dicantumkan Adalah Nama Penulisnya. Di Belakang Judul Dicantumkan Keterangan Rekaman Video, Kaset, Atau Cd-Rom. Yang Ditaruh Di Dalam Tanda Kurung. Contoh:
Rekaman Video
Porro, L. (Producer) & S. Kotton (Director).1994. Isabel Allende: Thewoman’s Voice In Latin-American Literature.
           (Videorecording). San Fransisco:Kqed.
Rekaman Kaset        
Costa Jr., P.T. (Pembicara). 1998. Personality, Continuity, And
          Changes Of Adult Life. Rekaman Kaset No. 207-433-88a-B).
           Washington, Dc: American Psychological Association.          
Cd-Rom
Preiss, Byron, And J.  Hixon. 1994. The Ultimate Frangk Lloyd
         Wright: American Architect.(Cd-Rom). New York: Byron             
          Press Multimedia.
Artikel Jurnal Elektronik
Funder, D.C. 1994  March. Judgemental Process And Content.
         Commentary On Koehler On Base-Rate (9 Pagraf). 
         Psycholoquy. (Online Serial) 5(17). Diperoleh Dari Ftp:
         Hostname:Princeton.Edu.Directory: Pub/Harnad/ Psycholoquy/   
         1994.Volume.5 File: Psycholoquy, 94.5.17.Base-Rate,12.Funder
          (20 Juni 2000).
         Bahan Rujukan Dari Internet, Rekaman Video, Kaset, Cd-Rom, Dan Jurnal Elektronik Itu Disusun Terpadu Dengan Daftar Rujukan Yang Berupa Bahan Pustaka (Tulis). Keseluruhan Bahan Pustaka Tulis Dan Merujukan Yang Nontulis Itu Disusun Dalam Sebuah Daftar Pustaka Itu Diurutkan Menurut Abjad, Dengan Tidak Diberi Nomor Urut. Pengurutan Abjad Didasarkan Kepada Huruf Pertama Nama Yang Ditulis Dalam Satuan Bahan Pustaka. Misalnya Huda Dan Karim Urutannya Lebih Dulu Huda Karena Dalam Urutan Abjad Huruf H Lebih Dulu Daripada K.
 Jika Sederet Nama Berawal Dengan Huruf Yang Sama, Pengurutannya Didasarkan Kepada Huruf Kedua Pada Nama Itu. Jika Huruf Pertama Dan Kedua Itu Pun Sama, Pengurutannya Didasarkan Kepada Huruf Ketiga;  Begitu Seterusnya Seperti Urutan Kata Dalam Kamus.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar